Bagaimana mendesain sebuah pelatihan ?

Desain pelatihan dapat dikatakan sebagai kerangka atau pondasi sebuah rumah.  Kalau kita tidak tepat membuat pondasi rumah, maka rumah tersebut walaupun bisa dihuni tetapi ada saja masalah yang bisa timbul, misalnya salah menetapkan jenis bahan yang dipakai, penempatan tiang, tembok, pembatas yang akhirnya membuat tidak nyaman penghuni rumah.  Sama seperti diklat, kita harus mampu menganalisa dan mendesain yang setepat mungkin, misalnya tujuannya apa, siapa pesertanya, materi yang tepat untuk peserta ini apa, bagaimana metode pelatihannya, strategi pembelajaran, bagaimana menilai keberhasilan pelatihan, dll.

Hal-hal tersebut, beberapa point seringkali di “bypass” oleh pihak penyelenggara pelatihan.  Padahal perbedaan pada point-point tersebut akan mengakibatkan desain dan pelaksanaannya menjadi berbeda pula.  Misalnya untuk jenis pelatihan yang sama, jika pesertanya berbeda maka akan berbeda pula perlakuannya, dan banyak lagi hal-hal yang harus dianalisa sebelum pelatihan itu dimulai.  Analisa mengenai profil peserta akan sangat baik untuk mendesain metode dan strategi pembelajaran yang tepat.  Analisa mengenai tujuan pelatihan akan sangat berhubungan erat dengan bagaimana kita melakukan penilai terhadap keberhasilan diklat.  Bagaimana menurut anda ?

Penulis : Wawan Ismawandi

2 responses to “Bagaimana mendesain sebuah pelatihan ?

  1. Dear Bp. Wawan,

    Bisakah kami dapatkan 1 contoh desainpelatiha.

    Many thanks before
    tanti

    • Wawan Ismawandi

      Terima kasih Ibu Tanti Waruwu atas komentar pada blog ini. Desain sebuah pelatihan memiliki beberapa pendekatan, namun yang paling sering digunakan adalah pendekatan ADDIE. Saya coba kirimkan melalui e-mail Ibu Tanti, sebuah contoh desain pelatihan, namun kalau bicara mengenai desain pelatihan itu, memang agak sedikit kompleks, karena mulai dari perencanaan sampai dengan evaluasi harus sudah dirancang dari awal agar pelatihan tersebut efektif. Belum lagi kalau berbicara mengenai metode penyampaian yang akan digunakan. butuh kreativitas dan variasi, namun…kita dapat mendiskusikan lebih lanjut mengenai hal ini. Terima kasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s