Jenis-jenis Training Needs Analysis

Penulis : Wawan Ismawandi

Masih ingat tulisan mengenai TNA yang terdahulu ? sekarang kita lanjutkan.  Analisa Kebutuhan Pelatihan atau TNA pada dasarnya dapat kita bedakan menjadi 2 jenis, yaitu yang sifatnya reaktif dan proaktif.  Reaktif maksudnya analisa yang dilakukan berdasarkan dari keadaan jangka pendek, atau mencari solusi untuk permasalahan jangka pendek.  Proaktif lebih ke jangka panjang atau bisa dikatakan mengantisipasi sesuatu yang akan dihadapi.  Pendekatan analisa yang diambil juga berbeda.  Untuk yang sifatnya reaktif biasanya terjadi karena diketahui ada perbedaan / gap kinerja dari yang seharusnya, perbedaan performance dengan standar.  Analisa yang dilakukan biasanya terhadap standar kinerja, pengukuran hasil kerja, dan sebab-sebab tidak tercapainya hasil pekerjaan sesuai dengan yang diharapkan.  Kembali lagi kita harus melihat pasal “utama” dalam TNA, yaitu diklat akan dibutuhkan, jika, penyebabnya adalah ketidakmampuan atau ketidaktahuan seseorang dalam menyelesaikan pekerjaan.  Namun, untuk TNA yang sifatnya proaktif, adalah analisa yang dilakukan untuk mengantisipasi kejadian atau kebutuhan masa depan, misalnya diperkirakan tahun depan, penggunaan e-learning akan “booming”, sehingga sebuah lembaga pelatihan harus sudah memikirkan untuk mempersiapkan SDM-nya yang ahli di bidang perancangan bahan ajar berbasis multimedia.  Sehingga dibutuhkan pelatihan di bidang multimedia. Dan banyak lagi contoh-contoh lainnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s